Cerita Dari Blora





latar belakang, maksud dan tujuan
diselenggarakannya festival CDB 2019


Diantara potensi yang dimiliki Kabupaten Blora adalah kebudayaan sedulur sikep atau yang lebih dikenal sebagai masyarakat Samin. Sedulur sikep dalam menjalankan hidup kesehariannya sangat kental dengan kearifan dan kukuh mempertahankan tradisi luhurtersebut secara turun-temurun. Kearifan lokal yang dimaksud diantaranya adalah kesederhanaan, kemandirian dan melawan tanpa melukai.

Penyelenggaraan festival kebudayaan ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya penguatan ekosistem kebudayaan, juga bertujuan sebagai laboratorium peningkatan SDM kebudayaan, peningkatatan tata kelola penyelenggaraan kegiatan kebudayaan dan peningkatan sarana/prasarana kebudayaan. Sedulur sikep lekat dengan keunikan, yang mana persepsi unik tersebut terbangun oleh sejarah perlawanan terhadap kolonial yang fenomenal, bahasa sangkak dan srakal yang khas, kemandirian untuk pemenuhan kebutuhan yang tercukupi oleh lingkungan sekitar dan keteguhan berperilaku luhur diantaranya jujur, sederhana, konsisten, toleran, berprasangka baik terhadap sesama dan menjaga keharmonisan manusia dan alam lingkungannya.


Sehingga goal dari fetival ini adalah melestarikan dan memasyarakatkan nilai-nilai luhur masyarakat Samin yang meyakini bahwa terdapat hubungan erat antar individu, masyarakat dan alam/lingkungan, sebagai bagian dari keseharian hidup masyarakat Blora dan dapat ditingkatkan kemanfaatannya untuk kesejahteraan masyarakat Blora.


VALUE FESTIVAL
 
1.    Kemandirian sedulur sikep
2.    Kesederhanaan sedulur sikep
3.    Perlawanan sedulur sikep



TARGET AUDIENCE
 
Khalayak yang menjadi sasaran utama penyelenggaraan fetival cerita dari Blora pada umumnya adalah masyarakat Blora dan daerah sekitarnya (Bojonegoro, Pati, Kudus dan Lainnya). Namun, ada target audience yang secara khusus diharapkan bisa berpartisipasi dalam fetival tersebut diantaranya; pelajar, komunitas seni dan budaya, akdemisi, peneliti, vloger dan youtuber.


Segmentasi yang secara khusus menjadi audience diharapkan bisa memiliki efek domino baik itu dari segi publikasi (memasyarakatkan kearifan sedulur sikep) atau bahkan mengundang interest bagi peneliti untuk menggali lebih dalam tentang sedulur sikep.


Sedulur sikep bagi masyarakat Blora tentu tidaklah asing di telinga, bahkan sebagian dari mereka hanya mengenal dari segi pakaian yang saat ini sudah dikenakan oleh para ASN di Kab. Blora. Nilai-nilai kearifan sedulur sikep belumlah begitu dipelajari, didalami dan menjadi kajian yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat Blora sendiri.


Fetival ini diharapkan mampu menarik para audience untuk lebih dalam mengenal dan selanjutnya akan mewarisi nilai-nilai kearifan sedulur sikep.


Fetival cerita dari Blora kali ini mengangkat tema Merajut Kearifan Sedulur Sikep yang berarti bahwa kehadiran fetival ini mampu menjadi display paling dekat dengan audience untuk mengenal dan mendalami kearifan sedulur sikep.


Sedulur sikep dikenal dengan sikap yang tertutup (meskipun tidak selalu begitu), sehingga dalam festival cerita dari Blora kali ini dengan keterlibatan dari sedulur sikep sendiri memiliki arti diantaranya; pertemuan audience dengan sedulur sikep secara langsung dan pertemuan diantara sedulur sikep yang tersebebar di berbagai daerah (ngumpulke balung pisah). 


Festival cerita dari Blora dengan mengangkat kearifan sedulur sikep memiliki pesan kemanusian yakni kembali kepada hati nurani.


Kearifan sedulur sikep berpangkal kepada hati nurani, seperti ojo nglarani nek ra pingin dilarani, sopo nandhur bakal ngunduh, sopo nyilih kudu mbalikne dan lainnya. Meskipun ajaran-ajaran itu bisa ditemukan pada masyarakat dan kebudayaan yang lain, namun artikulasi sedulur sikep dalam menjalankan ajarannya sangat unik.


Beberapa kegiatan dalam Festival Cerita Dari Blora kali ini berhubungan langsung dengan penyampaian pesan festival seperti; Temu Ageng dan Ngenger. Namun ada juga kegiatan yang berhubungan namun tidak langsung seperti workshop penulisan cerpen dengan tema sedulur sikep atau pameran lukisan yang bertema tentang kearifan sedulur sikep.


Kegiatan lain yang mencirikan seni dan kebudayaan masyarakat Blora juga dihadirkan seperti workshop Barongan, Sosiodrama, Pementasan wayang Krucil dan lain sebagainya.


LOKASI FESTIVAL

 
Kegiatan festival cerita dari Blora ini disentralkan di 3 tempat, yaitu Blora Kota, Cepu dan Kradenan.